--> Kumpulan Artikel | Kumpulan Artikel seputar anak, kesehatan, Islam

Monday, February 16, 2015

no image

Memakmurkan Masjid dan Shalat berjamaah

Berikut hadits-hadits tentang memakmurkan masjid dan shalat berjamaah:

Dari Usman r.a. berkata Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang membangun masjid untuk Allah, Allah akan membangunkan sebuah rumah baginya di surga. " (Bukhari, Muslim dan Misykatu-Syarif, jilid I/645)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda: "Negara yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, sedang negara yang paling dibenci adalah pasar-pasarnya." (Muslim, Misykatu-Syarif I/644)

Dari Aisyah r.a. berkata, Rasulullah saw menyuruh membangun masjid di perumahan, dan (masjid) itu supaya dibersihkan dan dibaguskan. (Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah dan Misykatu-Syarif jilid I/644)

Dari Anas Ibnu Malik r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda "Shalat seseorang di rumahnya (dihitung) dengan satu shalat, sedang shalatnya di masjid yang dilakukan berjamaah (dihitung) dengan lima ratus shalat. Sedang shalatnya di masjidku (dihitung) dengan lima puluh ribu shalat. Sedang shalatnya di Masjidil Haram (dihitung) dengan seratus ribu shalat. " (Ibnu Majah dan Misykatu-Syarif, jilid I/696)

Dari Abu Musa Al-Asy'ari r.a. berkata, Rasulullah saw bersabda: "pahala shalat manusia yang paling besar ialah mereka yang paling jauh perjalanannya dan oran gyang menunggu shalat sampai ia shalat bersama imam adalah lebih besar pahalanya daripada orang shalat kemudian tidur. " (Bukhari, Muslim dan Misykatu-Syarif, jilid I/647)

Dari Abu Usaid r.a berkata, Rasulullah saw bersada: "Apabila seseorang diantaramu masuk masjid, hendaknya ia mengucapkan doa: 'Wahai Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu. Dan apabila keluar, maka hendaklah ia mengucapkan doa: "Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu kepada-Mu." (Muslim dan Misykatu-Syarif, jilid I/651)

Dari Abi Qatadah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: "Apabila seseorang diantaramu masuk masjid, hendaklah ia ruku' (shalat) dua rakaat sebelum ia duduk (Bukhari, Muslim dan Misykatu-Syarif, jilid I/652)

Dari Ali Al-Azdiy berkata, aku bertanya kepada Ibnu Abbas r.a. tentang jihad, lalu ia berkata, "Maukah aku tunjukkan kepadamu tentang apa yang lebih baik bagumu daripada jihad? Engkau datang ke masjid, lalu engkau belajar AL-Qur'an, pemahaman agama dan sunnah di dalamnya. " (Ibnu Zanjawih dan Kanzul Umal, juz X/29378)

Dari Khalid bin Ishaq berkata, "Aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang tidur dalam masjid, lalu ia berkata, 'Jika engkau tidur untuk shalat dan thawaf tidak apa-apa." (Abdur-Razzaq dalam Al-Jami' dan Kanzul Umal, juz VIII/23114)

Komentar:

Hadits-Hadits Rasulullah saw ini memberikan pelajaran kepada umat Islam bahwa:

1. Masjid adalah satu bangunan yang diniatkan untuk Allah, karena kemakmuran masjid ditentukan apabila masjid itu dipergunakan untuk beribadah kepada Allah dan zikir untuk mensucikan dan memuji serta mengagungkan Allah.

2. Umat Islam tidak hanya diperintah menjada dan melindungi masjid dari kehancuran saja, tetapi juga dilarang merusak biara-biara, gereja-gereja umat Kristen dan rumah ibadah Yahudi (22:410)

3. Diantara indikasi kemakmuran masjid itu antara lain:
a. Masjid selalu tampak bersih dan bagus
b. Banyak orang yang hatinya terikat pada masjid.
c. Banyak orang yang shalat fardhunya berjamaah
d. Banyak orang yang jauh datang ke masjid untuk shalat fardhu berjamaah
e. Berdoa pada waktu memasuki dan pada waktu keluar masjid
f. Orang yang memasuki masjid melakukan shalat tahiyatul Masjid dua rakaat sebelum duduk.
g. Banyak orang yang singgah di masjid sebelum kembali kerumahnya, saat pulang dari bepergian.
h. Orang menghindarkan makanan yang berbagu menyengat sebelum memasuki masjid (Misykatu-Syarif, Juz I/655)
i. orang menjaga diri untuk tidak mengotori masjid (Misykatu-Syarif, Huz I/656)
j. Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan banyak orang yang melakukan i'tikaf (Kanzul Umal, Juz VIII/24475)
k. Orang tidak membanggakan keindahan wujud fisik masjidnya (Misykatu-Syarif, Juz I/666)
l. Masjid tidak dijadikan ajang jual-beli dan menyanyi (Misykatu-Syarif, Juz I/677 dan Kanzul Umal, juz VIII/23091). Apalagi untuk omong kosong, fitnah dan politik untuk golongan tertentu.
m. Tidak ada orang yang berbuat gaduh dalam masjid (Misykatu-Syarif, juz I/689)
n. Masjid itu memancarkan petunjuk ALlah (Misykatu-Syarif, Juz I/257). Diantaranya didalamnya diajarkan Al-Qur'an, pemahaman agama dan sunnah Rasulullah saw
o. Orang menghindarikan diri dari tidak di dalam masjid, kecuali apabila ia berniat akan shalat malam disana.
p. Oran gyang bsia memakmurkan masjid itu ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan shalat dan memberikan zakat serta tidak takut kecuali kepada Allah saja (Al-Baraa'ah 9:180)

Sumber: Majalah Nur Islam, Maret 2001

Tuesday, February 12, 2013

Tips Membuat anak Penurut agar Mendengar Perintah Orang Tua

Tips Membuat anak Penurut agar Mendengar Perintah Orang Tua


mendidik anak penurut
Berikut ini adalah tips membuat anak penurut agar mendengar perintah orang tua.

Mendidik anak di samping dengan contoh juga dengan kata-kata, bisa dengan perintah, nasehat, arahan dll. namun sayangnya niat kita tidak selalu disambut oleh sang anak yang lebih memilih dengan kesenangan mereka sendiri. Kadang kita sering kesal sendiri karena anak tidak mau mendengarkan kita, yang ujung-ujungnya kita menjadi emosi dan memarahi sang anak. Tetapi dengan tips di bawah ini mungkin bisa membuat pekerjaan mendidik anak kita lebih efektif, dengan cara-cara yang sederhana, tentu kuncinya adalah sabar.

Saya kutip dari situs Ask Dr Sears berikut adalah tips supaya anak bisa mendengarkan orang tuanya:

1. Jalinlah Kontak Langsung dengan anak


Sebelum kita menasehati anak lakukanlah dengan terlebih dahulu menjalin kontak dengan anak, jongkoklah sehingga terjadi kontak mata sejajar agar kita mendapatkan perhatiannya. Ajari anak bagaimana harus fokus: "Sini, liat mata mama'  atau "Coba mana telinganya." Lakukan hal yang sama ketika kita mendengarkan mereka. Tetapi jangan melakukan kontak mata terlalu tajam yang bisa dipersepsikan oleh anak sebagai suatu langkah mengendalikan bukan menghubungkan.

2. Panggillah Anak dengan nama mereka

Sebutlah nama anak kita ketika kita meminta sesuatu kepada anak, "Budi, tolongin mama sebentar.."

3. Gunakanlah perintah yang singkat kepada anak.

Gunakanlah perintah yang singkat dengan meletakkan inti perintah kita di kalimat pembuka. Semakin kita melantur (ngomel) anak akan semakin tidak mendengarkan. Terlalu banyak bicara adalah kesalahan yang sangat umum ketika kita membicarakan suatu masalah. Hal ini akan memberi kesan pada anak bahwa kita tidak yakin dari apa yang ingin kita katakan. Dan kita pun semakin melantur.

4. Sederhana

Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan satu suku kata. Perhatikan bagaimana anak kita berkomunikasi dengan satu sama lain, Bila anak Anda terlihat tidak tertarik, kita tidak lagi dimengerti dan didengar oleh anak.

5. Mintalah anak untuk mengulangi perintah kita

Jika anak tidak bisa, periksa mungkin perintah kita terlalu panjang atau rumit

6. Lakukanlah Penawaran yang anak tidak bisa menolak

Misalnya kita bisa memberikan perintah: ‘Ayo buruan pake bajunya, nanti abis ini kita main keluar'. Jadi kita memberikan perintah yang beralasan, yang menguntungkan dan yang memang mereka inginkan. Daripada kita sekedar memerintahkan untuk pakai baju maka dia akan cenderung untuk menolak.

7. Gunakan kalimat positif

Hidarilah kata 'JANGAN'. Misalnya "Eh jangan lari-larian!". Cobalah dengan kata dengan: ‘Kalau di dalam rumah kita jalan, tapi kalau di luar rumah boleh lari.'

8. Gunakan kalimat perintah dengan “Saya ingin”.

Misalnya untuk mengatakan ‘Turun!’, gantilah dengan kalimat: ‘Mama pengen kamu turun’. Atau, ‘Sekarang giliran Nina!, cobalah dengan kalimat: ‘Sekarang mama pengen adek gantian ya dengan Nisa". Cara seperti ini cocok untuk anak-anak yang ingin menyenangkan orang tapi tidak suka diperintah. Dengan mengatakan, ‘Mama pengen,’ kita memberi pengertian kepatuhan bukan hanya diperintah.

9. "Jika..Lalu."

‘Abis Dede' gosok gigi, tar mama bacain cerita ya".
‘Kalo PR nya udah selesai, abis itu boleh nonton. Kata ‘setelah’ menyatakan bahwa kita mengharapkan ‘kepatuhan’, lebih efektik dibandingkan kata ‘jika/kalau' yang menunjukkan adanya pilihan dalam diri anak padahal kita tidak memberikan pilihan.

10. Jangan langsung Perintah (kaki dulu baru mulut)

Jangan langsung perintah tetapi hampirilah dahulu anak kita sebelum kita menggunakan mulut untuk memerintah. Misalnya untuk perintah "Matiin TV nya, waktunya shalat".  Hampirilah terlebih dahulu anak kita di ruang tv nya, ikut nonton sebentar beberapa menit, setelah jeda iklan, suruh anak untuk mematikan tv. Menghampiri anak menandakan kita serius tentang permintaan kita, dibandingkan hanya dengan memerintah dari jauh.

11. Berikan Pilihan

"Mau Mandi dulu apa sikat gigi dulu?' 'Pakai baju biru apa merah?"

12. Berbicara sesuai perkembangan anak

Semakin muda anak kita, maka arahan kita harus semakin pendek dan sederhana. Pertimbangkan tingkat pemahaman anak kita. Misalnya suatu kesalahan yang terjadi adalah ketika kita bertanya kepada anak umur tiga tahun dengan menanyakan "Kenapa kamu lakukan itu? suatu pertanyaan yang orang dewasa pun belum tentu bisa memberikan jawaban. Cobalah dengan bertanya, "Coba mama mau denger dede ngapain tadi?

13. Berbicara dengan sopan

Anak 2 tahun pun bisa diajari "minta tolong". Ajarkanlah anak untuk bersikap sopan. Jangan sampai anak menganggap bahwa sopan santun itu sebuah opsional. Berbicaralah kepada anak dengan cara yang sama sebagaimana yang juga kita harapkan dari mereka.

13. Berbicara dengan memperhatikan psikologi yang benar

Bentuk-bentuk ancaman dan menghakimi cenderung akan menempatkan anak pada posisi defensif. Kata "Kau" akan membuat anak bungkam. Sebaliknya kata "Aku" mengandung hal yang tidak menuduh. Sebaiknya daripada menggunakan "Kamu sebaiknya kerjain ini... atau " Kamu harus.. lebih baik katakanlah "Saya ingin..." atau "Saya seneng kalau kamu..". Atau daripada mengucapkan "Kamu harus membersihkan meja" tetapi katakanlah "Saya ingin kamu membersihkan meja". Jangan pula menawarkan pertanyaan ketika jawaban negatif bukan pilihan, "Maukah kamu mengambilkan baju?. Katakan saja. "tolong angkat mainannya".

15. Berbicara dengan Tulisan

Mengingatkan anak bisa dianggap sebagai omelan bagi anak-anak. Khususnya bagi anak-anak remaja yang bisa menganggap mereka seakan-seakan seperti 'budak' yang terus diperintah-perintah. Cobalah mengingatkan dengan cara lain yaitu berbicara tanpa bersuara misalnya dengan tulisan di secarik kertas, tinggalkan pesan yang sedikit lucu pada anak, kemudian kita kembali pada aktifitas kita.

16. Bicara dengan pelan

Ketika anak marah, semakin mereka berteriak maka maka kita harus semakin kalem. Biarkan anak berteriak dan tanggapi dengan 'ya mama mengerti" atau "mana yang bisa dibantu?". Kadang-kadang hanya dengan menjadi pendengar yang baik hal itu bisa meredakan keributan. Jika kita menanggapi dengan cara yang sama, maka kita akan mengahadapi dua amukan. Jadilah orang dewasa untuk mereka.

17. Tetap menjadi pendengar

Sebelum memberi arahan pada anak, seimbangkanlah dulu emosi kita. Jika tidak maka kita akan membuang-buang waktu energi kita. Kita tidak akan didengar oleh anak ketika anak dalam emosi yang tidak baik.

18 Ulangi terus arahan kita

Anak perlu diberitahu seribu kali. Anak di bawah dua tahun kesulitan untuk menangkap arahan kita. Kebanyakan anak tiga tahun mulai bisa menyerap arahan kita sehingga apa yang kita perintahkan mulai bisa diserap. Tetapi ketika anak sudah menginjak lebih dewasa kurangilah intensitas perintah dan berulang-ulang, hal itu akan dianggap sebagai omelan.

19 Biarkan anak berpikir sendiri

Daripada mengatakan "Jangan sampai mainanmu ini sampai menumpuk", cobalah katakan, "Adek, coba inget-inget dimana adek menyimpan mobil-mobilannya. Membiarkan anak berpikir sendiri akan menciptakan pelajaran yang lebih baik.

20. Gunakan perintah dalam bentuk sajak

Misalnya: Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi dst... dll.

21. Berikan Pilihan yang disukai

"Adek jangan main ke jalan, mainnya ke ayunan aja ya"

22. Berikan kalimat khusus

"Adek mau tidur dulu, bilang ‘bye-bye’ ke mainanmu, ‘bye-bye’ ke teman-temanmu.’

23. Gunakan pertanyaan yang menarik untuk anak yang bungkam

Pilihlah kalimat yang tepat untuk anak yang pikiran dan mulutnya sedang tertutup. Pilih hal yang membuat anak kita antusias, ajukan pertanyaan yang jawabannya tidak sekedar ya, buatlah yang lebih spesifik. Misalnya: "Seneng ga tadi di sekolah? cobalah dengan menanyakan "Apa aja tadi yang menyenangkan di sekolah?

24. Gunakan rumus “Ketika… saya merasa... karena"

Contoh, ‘Aduh Adek tau ga, pas adek tadi lari ke luar, Mama takut banget, khawatir karena tadi banyak banget mobil.

25. Perlu ketegasan perintah

Jika benar-benar ada hal yang tidak bisa didiskusikan lagi, katakan dengan tegas pada anak. Mama ga akan mengulangi lagi perintahnya, maaf/ kita akan menghemat energi dan emsi kita. begitu juga dengan anak kita.


Friday, February 1, 2013

Jerman: Islam Diakui sebagai Agama Resmi

Jerman: Islam Diakui sebagai Agama Resmi

Tiga daerah Jerman, Hamburg, Hesse dan Bremen telah mengakui kelompok Islam sebagai badan keagamaan resmi, hal ini membuka jalan bagi umat Islam untuk memberikan pelajaran agama Islam sendiri di sekolah dan mendapatkan pengakuan yang lebih luas di daerah-daerah Eropa.

"Hal ini mengirimkan sinyal yang jelas bahwa Islam adalah milik Jerman," kata Erol Purlu, juru bicara Dewan Dewan Koordinasi Muslim Jerman (German Muslim Coordination Council), mengatakan kepada Deutsche Welle.

Dalam kebijakan itu liburan hari besar agama Islam seperti Idul Fitri, dan Idul Adha akan diakui sebagai liburan resmi.

Purlu menggambarkan kebijakan itu ditandatangani negara bagian Bremen dengan pernyataan sebagai 'hari suka cita' (day of joy)

Pemerintah Bremen mengeluarkan dokumen serupa yang mengakui organisasi Islam di Hamburg dan Hesse.

Pengakuan resmi agama Islam sebagai badan keagamaan ini akan memungkinkan mereka mendapatkan hak untuk memberikan pelayanan kepada umat Islam di penjara, rumah sakit dan lembaga-lembaga publik lainnya.

Umat Islam diperbolehkan - dalam batasan hukum tertentu - untuk membangun masjid dan melaksanakan pemakaman dengan ritual agama mereka sendiri.

Kebijakan ini merupakan tonggak bersejarah dalam hubungan antara Jerman dan asosiasi Muslim.

Kelompok Islam seperti Turkish-Islamic Union for Religious Affairs (DITIB) dan Association of Islamic Culturan Centers (VIKZ) telah lama berkampanye untuk mendapatkan pengakuan sebagai badan keagamaan.

Jerman memiliki sekitar 3.8 atau 4.3 juta Muslim yang membentuk sekitar 5 persen dari populasi 82 juta jiwa.

Sumber: www.onislam.net

Saturday, January 5, 2013

Cara Membuat Popular Post Cantik & Stylist dengan CSS

Cara Membuat Popular Post Cantik & Stylist dengan CSS

Berikut saya akan sharing cara membuat popular post yang cantik dan stylish. Ga tanggung-tanggung saya kasih 3!! Cara mempercantik popular post di blog ini menggunakan kode css jadi loading blog tidak terlalu berat. Cara membuatnya relatif mudah karena hanya menambahkan kode css untuk Popular Post bawaan blogspot.

1. Membuat Popular Post

Pertama kita aktifkan dulu Popular Post di blog kita, caranya

Buka Dashboard blog kita >> Layout >> Add Gadget >> Popular Post

Note: matikan opsi untuk image thumbnail dan snippet

2. Menambahkan CSS


Ada dua cara menambahkan kode css:
Cara pertama: Buka dashboard >> Template >> Customise >> Advanced >> Add css >> tinggal kita paste kode css nya. dan Apply to Blog

Cara kedua: Blogger Dashboard >> Template >> Edit HTML >>  cari kode ]]></b:skin> (gunakan CTRL+F untuk menemukannya) kemudian paste kode CSS tepat diatas ]]></b:skin> kemudian Save

Berikut ketiga Kode CSS yang harus ditambahkan, pilih sesuai selera.

CSS 1:



/*---  Popular Posts --- */
    .popular-posts ul{padding-left:0px;}
    .popular-posts ul li {background: #FFF url(http://1.bp.blogspot.com/_7wsQzULWIwo/ SmodosCuJCI/AAAAAAAABh4/ZSXbVW9Qpa8/s400/261.gif) no-repeat scroll 5px 10px;
    list-style-type: none;
    margin:0 0 5px 0px;
    padding:5px 5px 5px 20px !important;
    border: 1px solid #dddddd;
    border-radius:10px;
    -moz-border-radius:10px;
    -webkit-border-radius:10px;}.popular-posts ul li:hover {
    border:1px solid #6BB5FF;
    }.popular-posts ul li a:hover {
    text-decoration:none;
    }

Note: warna bordernya bisa kita ubah (kode warna merah) untuk melihat kode warna bisa dilihat di http://html-color-codes.info/

CSS 2:



.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li{
height: 100%;
line-height: 22px;
float: left;
clear: left;
list-style-type: none;
overflow: hidden;
color: gray;
}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul{margin:0;padding:5px 0;list-style-type:none;}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li{position:relative;margin:5px 0;border:0;padding:10px;opacity:0.8;
-webkit-transition:all 0.4s;
-moz-transition:all 0.4s;
-ms-transition:all 0.4s;
-o-transition:all 0.4s;}

.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:hover {border-radius:30px 0px 0px 0px;margin-left:10px;opacity:1.0}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child {background:#ff4c54;width:90%}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child:after{content:"1"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li{background:#ff764c;width:80%}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li:after{content:"2"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li{background:#ffde4c;width:70%}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li:after{content:"3"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li{background:#c7f25f;width:60%}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li:after{content:"4"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li{background:#33c9f7;width:40%;padding-right:20px;}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li:after{content:"5"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li +li{background:#7ee3c7;width:30%}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li + li:after{content:"6"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li + li +li{background:#f6993d;width:20%}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li + li + li:after{content:"7"}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child:after,
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li:after,
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li:after,
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li:after,
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li:after,
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li + li:after,
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li:first-child + li + li + li + li + li + li:after{position:absolute;top:15px;right:-5px;border-radius:9%;background:#353535;width:30px;height:40px;line-height:1em;text-align:center;font-size:22px;color:#fff;}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li .item-thumbnail{float:left;border:0;margin-right:10px;background:transparent;padding:0;width:30px;height:90px}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li a{font-size:12px;font-weight:bold;color:white;text-decoration:none;text-shadow:0px 0px 6px white;
-webkit-transition:all 0.4s;
-moz-transition:all 0.4s;
-ms-transition:all 0.4s;
-o-transition:all 0.4s;
}
.sidebar .PopularPosts .widget-content ul li a:hover{color:black;text-decoration:none;text-shadow:1px 1px 1px white;}


CSS 3:



#PopularPosts1 ul li a:hover{color:#fff;text-decoration:none}
#PopularPosts1 ul li a {-webkit-text-size-adjust: auto; -webkit-text-stroke-width: 0px;  color: #333333; display: block; font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: 18px; margin: 0px 40px 0px 0px; min-height: 30px; orphans: 2; padding: 0px; text-align: -webkit-auto; text-decoration: none !important; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;}
#PopularPosts1 ul li .item-thumbnail{float:left;border:0;margin-right:10px;background:transparent;padding:0;width:51px;height:51px}
#PopularPosts1 ul li:first-child:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li + li:after,
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li + li + li:after{position:absolute;top:10px;right:5px;border-radius:50%;border:2px solid #ccc;background:#353535;-webkit-box-shadow:0px 0px 5px #000;-moz-box-shadow: 0px 0px 5px #000;width:30px;height:30px;line-height:1em;text-align:center;font-size:28px;color:#fff}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li {background:#DF01D7;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li:after{content:"8"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li +li{background:#B041FF;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li + li:after{content:"9"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li +li +li{background:#F52887;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li + li + li + li:after{content:"10"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li +li{background:#7ee3c7;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li:after{content:"6"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li +li{background:#f6993d;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li + li + li:after{content:"7"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li{background:#33c9f7;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li + li:after{content:"5"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li{background:#c7f25f;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li + li:after{content:"4"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li{background:#ffde4c;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li + li:after{content:"3"}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li{background:#ff764c; width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child + li:after{content:"2"}
#PopularPosts1 ul li:first-child{background:#ff4c54 ;width:90%}
#PopularPosts1 ul li:first-child:after{content:"1"}
#PopularPosts1 ul{margin:0;padding:0px 0;list-style-type:none}
#PopularPosts1 ul li{position:relative;margin:6px 0;border-radius:25px 0px 25px 0px;border:2px solid #f7f7f7;-webkit-box-shadow:3px 3px 3px #000;-moz-box-shadow: 3px 3px 3px #000;padding:10px}

Kode tersebut bisa juga kita ganti warnanya sesuai selera kita. Semoga bermanfaat!


Tutorial ini diadopsi dari:
www.stramaxon.com, www.careerandtricks.com, dan http://www.bloggertrix.com

Tuesday, December 18, 2012

Cara Membuat Related Post di Sisi Kiri/Kanan Blog seperti Kompas.com

Cara Membuat Related Post di Sisi Kiri/Kanan Blog seperti Kompas.com

Tutorial ini saya bikin saat memodifikasi salah satu blog saya Artikel Islam. Melihat template nya saya berfikir related post yang sudah terpasang di bawah postingan blog alangkah bagusnya kalau berada tepat di bawah judul blog, di sisi kanan atau kiri postingan seperti yang bisa kita lihat di situs berita Kompas.com. Setelah cari-cari kesana kemari akhirnya ketemu juga solusinya.

Prinsip dasarnya sebenarnya sederhana,
Pertama, memasang related post yang biasa dilakukan oleh para blogger pemula seperti saya di bawah postingan, (dalam hal ini saya ambil turornya dari blog bdigg.blogspot.com
Kedua, memindahkan related post yang sudah terpasang ke sisi kanan/kiri tulisan di bawah judul blog (dalam hal ini saya ambil tutornya dari blog lostsector.blogspot.com

Untuk lebih jelasnya silahkan ikuti langkah-langkah berikut:

1.Log in ke akun Blogger
2.Klik Template
3.Edit Html » Centang kotak Expand template widget.
4.Cari kode </head> (gunakan CTRL + F). Kemudian letakkan kode berikut tepat diatas kode  </head>

<style> #related-posts { float : left; width : 300px; margin-top:2px; margin-left : 5px; margin-bottom:20px; font : 11px Arial;  color:#FF0080;margin-bottom:5px; } #related-posts .widget { list-style-type : none; margin : 5px 0 5px 0; padding : 0; } #related-posts .widget h2, #related-posts h2 { font-size : 20px; font-weight : normal; margin : 5px 7px 0; padding : 0 0 5px; } #related-posts a { color:#116f9e;text-decoration : none; } #related-posts a:hover { text-decoration : none; } #related-posts ul { border : medium none; margin : 10px; padding : 0; } #related-posts ul li { display : block; background : url("https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN3JbQrnRNVb3wIE0Du_R1jObLleWwQwe06yxirOtdqgCFN2LiSLGjXwJ_jgo_UduYtHV9B8_44pH4QZdVICmcj3kbzsuS-dq_8x_CkKiVtNSgJIOaE8OovqGefTXieK5bSNkOtZ53WWc/s320/titik.png") no-repeat 0 0; margin : 0; padding-top : 0; padding-right : 0; padding-bottom : 1px; padding-left : 10px; margin-bottom : 5px; line-height : 1.5em; border-bottom:1px dotted #cccccc; } </style> <script src='http://yudatfort.googlecode.com/files/related%20posts%20b-digg.js' type='text/javascript'/>

5.Sekarang cari kode  <div class='post-body entry-content'> atau  <div class='post-header-line-1'/>
 Kemudian letakkan kode di bawah ini tepat di bawah kode tadi.

<div style='float:left; margin : 0px 10px 0px 0px'>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div id='related-posts'>
<font face='Arial' size='2'><b> TERKAIT : </b></font><font color='#FFFFFF'><b:loop values='data:post.labels' var='label'><data:label.name/><b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>,</b:if><b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels&amp;max-results=5&quot;' type='text/javascript'/></b:if></b:loop> </font>
<script type='text/javascript'> removeRelatedDuplicates(); printRelatedLabels();
</script>
</div></b:if>
</div>

Kode Warna merah tersebut adalah perintah untuk menempatkannya di sisi kiri atau kanan. Untuk memindahkan ke kanan tinggal ganti float:left menjadi float:right

6. Save

Note: Untuk ukuran lebarnya bisa diatur sendiri dengan mengganti kode berwarna pink yang berada diatas kode </head>

Selamat mencoba